Ujian dan Cobaan

Created on Wednesday, 27 July 2016

Ujian dan Cobaan
By; Falhan Attahawi

 

Di dalam sebuah hadis Rasulullah SAW. Bersabda:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ )رواه مسلم)
"Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin. Seluruh perkaranya baik baginya. Tidak ada hal seperti ini kecuali hanya pada orang mukmin. Jika dia mendapatkan kesenangan lantas dia bersyukur, maka hal itu baik baginya. Dan jika dia ditimpa kesulitan lantas dia bersabar, maka hal itu baik baginya." (HR. Muslim)

Di dalam hadis ini Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk selalu bersyukur dan bersabar, dan tidak banyak mengeluh akan apa yang telah Allah SWT. Karuniakan kepada kita, karena nikmat ataupun musibah itu semuanya memiliki kebaikan bagi seorang mukmin jika disikapi dengan bersyukur dan bersabar. 
Pada hakekatnya kenikmatan ataupun kesusahan adalah merupakan cobaan atau musibah yang selalu dihadapi oleh seorang mukmin. Diantara dua mushibah tersebut yang paling berat dalam menghadapinya adalah cobaan kenikmatan. Banyak orang yang tidak sanggup dalam menghadapinya lantaran karena jenis musibah ini selaras dengan kehendak hawa nafsu. Banyak orang yang mendapatkan jabatan, kedudukan dan kekayaan, lupa bahwasanya itu adalah amanah dari Allah SWT. yang harus diemban dengan baik dan bukan untuk disalahgunakan. 
Mereka menyangka kesenangan-kesenangan sementara itu akan abadi, tanpa menyadari bahwasanya mereka hidup di dunia ini hanya sebagai seorang musafir, yang akan segera melanjutkan perjalan ke negeri asal mereka, yaitu kampung akhirat, sebagaimana pernah di sampaikan oleh baginda Rasulullah SAW. dalam sebuah hadis beliau, yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar: 
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ :أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَنْكِبِي فَقَالَ كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ يَقُولُ إِذَا أَمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الصَّبَاحَ وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الْمَسَاءَ وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ)رواه البخاري)
Dari Abdullah Ibnu Umar radhiallohu ‘anhuma beliau berkata: Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam pernah memegang kedua pundakku seraya bersabda, “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau musafir.” Ibnu Umar berkata: “Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu datangnya pagi dan jika engkau berada pada waktu pagi hari jangan menunggu datangnya sore. Pergunakanlah masa sehatmu sebelum sakit dan masa hidupmu sebelum mati" (HR. Bukhari)
Tentunya seorang musafir tidak akan berlama-lama singgah di tempat yang di laluinya. Dia akan segera melanjutkan perjalanan ke tempat tujuannya. Lain halnya dengan orang yang tidak menyadari jati dirinya, dia akan asyik masyuk dengan persinggahan-persinggahannya. Allah SWT. tidak main-main dalam menciptakan kematian dan kehidupan untuk kita, Dia ingin menguji siapa diantara kita yang paling baik amalnya. Semua bentuk ujian dan cobaan itu harus dilalui dengan baik oleh seorang mukmin, jangan sampai terpedaya oleh kehidupan dunia yang sementara ini.(Wallahu a’lam bil shawab)




©2010 STIU Dirasat Al Hikmah
Jl. Bangka III A No.25 Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Indonesia